Ubuntu 11.10 (Oneiric Ocelot)
Salah satu sistem operasi open source, Ubuntu, baru saja merilis versi terbarunya. Ya, Ubuntu 11.10 memang baru saja dirilis dan hadir dengan berbagai fitur baru. Penasaran apa saja fitur baru Ubuntu 11.10 ini?
- Linux kernel 3.0.4;
- GNOME 3.2.0;
- GTK 3;
- LightDM menjadi default login manager;
- X.org 1.10.4;
- Peningkatan dan perbaikan bug pada Unity;
- Fungsionalitas Unity, aksebilitas, otomatisasi dan pengujian stress;
- Mozilla Thunderbird menjadi default mail client (Alpha 3);
- Deja Dup dimungkinkan dengan menambahkan tugas pencadangan;
- Utilitas untuk membangun lokalisasi CD;
- FeatureFreeze dipindahkan setelah Alpha 3;
- Pilihan paket Backports akan diintegrasikan ke dalam UI;
- Perbaikan fungsi rating dan review pada Software Center;
- Peningkatan multiarch;
- Python akan diupdate ke versi 2.7 dan 3.2;
- X.Org 7.6;
- Upstart 1.3;
- GCC 4.6 toolchain;
- Phyton 2.7.2;
- Compiz Fusion 0.9.6;
- Peningkatan keindahan destkop; ditenagai oleh Unity panel dan peluncurnya yang kini telah diporting ke GTK3.
- Dua metode login; Anda dapat memilih menggunakan antar muka 3D atau 2D.
- Layar login baru; Ubuntu 11.10 kini telah menggunakan LighDM, sebuah login manajer yang ringan dan indah.
- Fungsi kombinasi tombol Alt+Tab baru.
- Empat belas wallpaper baru.
- Ubuntu Software Center baru; Telah di desain ulang dengan antar muka yang lebih profesional.
- Mozilla Firefox 7; Versi terbaru dari web browser popular Mozilla.
- Mozilla Thunderbird 7; Pengelola email dari Mozilla yang kini telah menjadi default email client untuk Ubuntu 11.10.
- Deja Dup; Perangkat pencadangan baru.
- Dukungan Multiarch; Kompatibilitas yang lebih baik untuk arsitektur 32-bit pada sistem 64-bit.
- Mendukung arsitektur ARM; Hanya untuk versi Server.
- Dukungan berbagai bahasa untuk script; Bahasa Jepang, Cina dan Korea.
- CD Hybrid/USB ISO Images; memungkinkan untuk menyalin ISO Images secara langsung pada disk USB.
- Music lens baru; terkait dengan Banshee aplikasi yang memudahkan dalam mencari musik secara lokal maupun online.
- Dan fitur menarik lainnya.
Ubuntu Software Center memungkinkan pengguna Ubuntu untuk mengakses ribuan software dan aplikasi Ubuntu dari satu tempat yang terpusat. Disini pengguna bisa melihat top-rated apps, membandingkan aplikasi berdasarkan rating dan review pengguna lainnya, memantau aplikasi-aplikasi yang sudah terinstall di komputer anda, serta mensinkronisasikan aplikasi antar komputer Ubuntu lainnya. Jika dilihat secara konsep, Ubuntu Software Center bisa dibilang mirip seperti iTunes App Store maupun konsep Software Center yang akan diusung Windows 8.
The launcher ini semacam tempat kumpulan shortcut yang terletak di sebelah kiri layar anda. Fungsinya hampir sama dengan Pin yang ada di Microsoft Windows 7, untuk memudahkan anda mengakses aplikasi dan program yang sering anda gunakan.
Dengan fitur “The Dash” ini, pengguna bisa mengakses shortcut dan mencari aplikasi maupun program lainnya secara cepat. Hal ini membuat pengguna bisa mengakses email, musik, pictures dan aplikasi lainnya secara cepat. Bahkan pengguna bisa mencari file secara langsung dari “The Dash” ini. Untuk mengakses the Dash ini, pengguna cukup klik logo Ubuntu yang ada di pojok kiri dari launcher.
Ketika pengguna membuka banyak aplikasi dan windows, maka pengguna cukup menggunakan Alt + Tab dan Alt + Grave untuk berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya.
Ubuntu 11.10 kini memiliki desain baru yang lebih “cantik” daripada versi sebelumnya. Hal ini membuat Ubuntu 11.10 tampak lebih cerah dan segar.
Walaupun hadir dengan banyak kelebihan, banyak pengguna Ubuntu yang mengatakan bahwa Ubuntu 11.10 lebih lambat dan kurang responsif dibandingkan dengan versi sebelumnya. Tetapi tentu saja memang ada banyak faktor yang mempengaruhi penilaian ini, mulai dari kemampuan hardware komputer yang digunakan, dll.
6. Thunderbird dan Beberapa Aplikasi Default Terbaru
Pada akhirnya, Ubuntu memasukkan Thunderbird sebagai mail client default, dan hal tersebut terintegrasi sangat baik dengan desktop Ubuntu. Anda dapat mengaksesnya langsung dari menu pesan, mendapatkan pemberitahuan desktop, dan bahkan menulis pesan baru dengan mengklik kanan pada icon di Dock. Hal ini tidak mencakup semua – misalnya, integrasi kalender masih hilang – tapi semua itu merupakan perubahan yang sangat baik jika Anda lebih suka Thunderbird dari pada Evolution.
Deja DUP juga dijadikan sebagai default backup tool, yang harus mengintegrasikan dengan GNOME Control Center dan Ubuntu One.

















